Kamis, 30 Mei 2013

MISTERI ILMIAH DALAM PIRAMIDA MESIR


Cerita dimulai dari peristiwa menarik yang ditemukan pada Piramida di Mesir. Di dalam ruang Raja (ruang tempat mummi disimpan) sampah bekas makanan yang ditinggalkan pengunjung/turis tidak membusuk melainkan hanya mengering, bahkan bangkai binatang yang kebetulan ada disana kering dan tidak membusuk. Peristiwa lainnya adalah para peneliti yang bekerja dalam piramida merasakan tubuhnya menjadi lebih sehat dan kuat, bahkan penyakit pegal-pegal yang dideritanya hilang. Apa yang menyebabkan makanan dan bangkai tidak membusuk? Mengapa kondisi tubuh menjadi lebih baik dalam piramida? Masalah ini dicoba untuk dipecahkan sebagai berikut:

Proses pembusukan terjadi karena aktifitas bakteri yang menguraikan senyawa-senyawa organik pada suatu benda. Karena itu untuk mencegah pembusukan, aktifitas dari bakteri-bakteri tersebut harus dihentikan dan dibatasi. Pada umumnya aktifitas bakteri dapat dihentikan pada lingkungan tertentu, yaitu: 1. Lingkungan yang mempunyai suhu yang ekstrem. Seperti suhu yang sangat rendah (seperti: di kutub, ruang pendingin) atau suhu yang sangat tinggi (seperti: di dalam kawah gunung berapi); 2. Dalam ruang hampa (seperti: di ruang angkasa); 3. Dalam air yang mengandung banyak zat sulfur (S).
Tapi ketiga kondisi lingkungan tersebut di atas tidak ditemukan di dalam Piramida, lalu apakah ada faktor lain yang dapat menghentikan aktifitas bakteri di dalam piramida, sehingga benda-benda tersebut tidak membusuk? Pada lembaga riset pertanian di Amerika, diadakan suatu ekperimen dimana kelompok ayam hidup dibagi dalam 2 grup, kemudian ditempatkan dalam 2 ruang yang sama-sama mengandung bakteri. Ruang grup pertama dimasukkan ion negatif, sedangkan ruang grup kedua tidak diberikan perlakuan apa-apa. Setelah beberapa waktu, ayam di grup pertama tetap sehat, sedangkan ayam di grup kedua mati semua. Perbedaan antara kedua grup ini adalah pemberian ion negatif. Apa sebenarnya ion negatif yang ternyata mempunyai efek begitu menakjubkan ini?

Ion adalah atom yang mempunyai muatan negatif atau positif. Atom tersusun dari Netron yang bermuatan netral, Proton yang bermuatan positif dan Elektron yang bermuatan negatif. Netron dan proton terdapat pada bagian tengah yang merupakan inti atom sedangkan elektron berputar mengelilingi inti atom pada tempat orbitnya (tingkat energi). Pada atom jumlah muatan positif dan negatif adalah sebanding, sehingga atom tidak memiliki muatan, tapi oleh karena sesuatu sebab, beberapa elektron dapat meninggalkan atom (elektron ini disebut elektron bebas), sehingga atom berubah menjadi ion positif atau sebaliknya menerima elektron bebas sehingga atom berubah menjadi ion negatif. Ion-ion ini tidak stabil dan cenderung untuk berikatan.
Kembali ke hasil penelitian lembaga riset tersebut yang membuktikan bahwa ion negatif dapat berikatan dengan bakteri di udara yang cenderung bersifat positif, ikatan yang dibentuk ini mengakibatkan matinya bakteri-bakteri dalam udara sehingga grup ayam yang dimasukkan dalam ruang yang diberikan ion negatif tetap sehat. Dengan arti lain, ion negatif dapat membunuh dan menghentikan aktifitas bakteri. Seorang profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Tokyo menyatakan bahwa berdasar teori efek Leonard, ion negatif banyak dihasilkan di tempat dimana air memancar dan bertabrakan seperti di sekitar air terjun (sekitar 10.000 – 14.000 buah/cm3), air mancur (sekitar 4.000 buah/cm3), sungai (400 buah/cm3). Pada tempat ini, terjadi tabrakan antara molekul air (H2O) dengan molekul air lainnya, yang mengakibatkan lepasnya elektron menjadi elektron bebas. Elektron bebas ini akan berikatan dengan molekul diudara (oksigen dan karbondioksida) menjadi ion negatif.

Namun kondisi inipun tidak dapat dijumpai dalam piramid yang selalu dalam kondisi kering dengan kelembaban yang tetap. Tapi suatu hal yang penting ditemukan adalah besar kekuatan magnet di dalam ruang raja adalah 4 kali di luar piramida. Sedangkan besar kekuatan magnet di bagian tembok adalah 2 kali bagian tengah. Dengan pengertian lain bahwa kekuatan magnet di tembok piramida adalah 8 kali daripada besar di luar piramida. Dari hasil penelitian, tembok di ruang raja tersusun dari batu granit yang banyak mengandung magnet. Berdasarkan Teori gaya Lorentz, didekatkannya kekuatan magnet pada elektron yang dialirkan dari elektroda negatif ke elektroda positif, mengakibatkan elektron berubah arah menjauhi gaya magnet tersebut. Dengan kata lain kekuatan magnet dapat membuat elektron dalam atom atau molekul terlepas menjadi elektron bebas, yang kemudian berpindah pada atom lain untuk menghasilkan ion negatif. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa, kekuatan magnet pada batu di ruang raja mengakibatkan lepasnya elektron dari atom atau molekul di udara sekitar tembok, elektron bebas itu kemudian berikatan dengan atom lainnya untuk membentuk ion negatif. Kemudian ion negatif akan berikatan dan membunuh bakteri yang mengadakan pembusukan. Sehingga sampah dan bangkai tidak membusuk.
Ion negatif di udara dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan dan pori-pori kulit. Lalu dialirkan ke seluruh sel dalam tubuh melalui aliran darah. Ion negatif dalam tubuh dapat menguraikan asam laktat menjadi zat yang tidak berbahaya (air dan ion laktat) yang mudah dibawa oleh aliran darah menuju tempat pembuangan (pada saat tubuh lelah dan tegang, asam laktat dalam tubuh akan terkurung dalam sel yang mengakibatkan timbulnya pegal-pegal). Selain itu ion negatif mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kerja limpa dalam menghasilkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh mampu untuk menghadapi berbagai virus yang masuk. Salah satu keuntungannya seseorang menjadi tidak mudah terserang influensa dan penyakit virus lainnya. Hasil penelitian ini selain menjawab masalah pada piramida juga memperjelas pentingnya ion negatif bagi tubuh dan kesehatan manusia secara langsung.
Ada beberapa metoda yang dapat dilakukan untuk mendapatkan dan memperlancar kerja ion negatif di tubuh, yaitu: 1. Berjalan-jalanlah di tempat-tempat yang banyak menghasilkan ion negatif, seperti: Di sekitar air terjun, air mancur, sungai, hutan dan taman-taman; 2. Ventilasi udara yang baik, untuk menukar udara kamar dengan udara baru yang mengandung ion negatif; 3. Mandilah dengan menggunakan shower, yang mempunyai efek menghasilkan ion negatif; 4. Selain itu berolah-ragalah untuk melancarkan aliran ion negatif dalam darah.
Perhatikan saat ini banyak produk Air Conditioner (AC) yang menggunakan teknologi ion negatif untuk membunuh virus dan bakteri. Selamat berakrab-akrab dengan ion negatif, asalkan jangan menjadi orang yang berpikiran negatif.



Sebelum beranjak dari halaman ini, saya sangat senang sekali jika Anda bersedia meluangkan sedikit waktu untuk memberi Like dan Share serta G+1 pada artikel ini, dengan demikian artikel ini juga dapat dibaca oleh sahabat, teman dan orang terdekat Anda serta orang yang membutuhkannya.

Untuk menambah wawasan Anda dalam memahami agama-agama lain, kunjungi juga Kaweruh Transparan , sebuah blog yang memaparkan perjalanan spiritual agama-agama yang ada di muka bumi ini. Terimakasih atas kunjungan Anda dan salam sukses untuk Anda sekalian..... Rahayu..!

 
Posting Komentar