Rabu, 17 Juli 2013

Freemason dan Illuminati ( bag 3 )


Organisasi Illuminati Bavaria sendiri bukanlah organisasi rahasia, karena buku-buku yang ditulis Adam Weishaupt disampaikan juga ke pemerintah Bayern. Walau organisasi Illuminati Bavaria ini mati, namun di belahan Eropa banyak berdiri organisasi-organisasi semacam yang jiwanya adalah meningkatkan paham sekulerisme. Bentuk organisasi ini merupakan bentuk counterculture (budaya yang menentang kemapanan) dari suatu budaya masyarakat yang mapan dengan agama.  Nampaknya karena merupakan counterculture  yang mampu menyulut norma yang sudah mapan inilah yang pada akhirnya kelompok ini lebih menutup diri – dan disebut-sebut sebagai organisasi rahasia.
Mengapa pengertian kata Illuminati berkembang menjadi setan lucifer dan dajjal?

Organisasi dengan nama Illuminati sebetulnya juga bisa ditemui dimana-mana. Misalnya saja di Spanyol pada abad 16 – 17  juga ada organisasi Illuminati  yang dikenal dengan nama  Alumbrados (secara harafiah artinya:  pencerahan atau Illuminati) bergerak dalam sistem kepercayaan terhadap kekuatan supranatural being dan mystism.
Namun kata-kata Illuminati justru mencuat terkenal, sejak munculnya buku cerita fiksi berlatar belakang sejarah berjudul Illuminatus Trilogy. Terbit tahun 1975 Illuminatus Trilogy terdiri dari tiga jilid: The Eye in the Pyramid, The Golden Apple, dan Leviathan . Ditulis oleh dua orang editor majalah Play Boy Robert Shea dan Robert Anton Wilson. Buku heboh ini memenangkan Prometheus Hall of Fame Award tahun 1986. Isi ketiga jilid buku itu merupakan campuran antara sejarah, fiksi imajinasi, dan berbagai teori konspirasi yang ada di dunia. Mulai dari mythos, mistik, magic, numerologi, astrologi, sampai agama, dan politik. Pada dasarnya penulis buku itu berpendapat bahwa berbagai sistem kepercayaan, mistik mythos dengan segala macam teori konspirasinya  harus mendapatkan tempat dalam sebuah publikasi. Buku yang sebenarnya adalah buku fiksi hiburan dengan latar belajakang sejarah dan budaya itu, akhirnya beranak pinak menjadi artikel-artikel lain yang seolah-olah benar. Seperti misalnya piramida matauang dollar diasosiasikan dengan symbol Dewa Horas dari Mesir Kuno, Freemason, dan mata dajjal, Lucifer, dan antikrist.

Semakin ramai lagi soal teori konspirasi Illuminati dengan Freemason, antikrist, setan dajjal dan lucifer, malah dibuat games komputer,  musik-musik metal, tato, dan berserakan dalam berbagai film dan buku cerita berbau krimi, horor, dan konspirasi politik.  Bahkan diisyukan bahwa Illuminati secara rahasia mampu melakukan kontrol jalan pikiran kita melalui kemampuan telepati dan hypnosenya. Waduh! Untung hanya isyu belaka.

 
Posting Komentar